perbedaan antara kontekstual dan konseptual

Kontekstual

yang dimaksud konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna.

Dari beberapa uraian maksud dari makna kontekstual dapat diartikan sebagai makna kata atau leksem yang berada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situasi, tempat, waktu, lingkungan penggunaan kata tersebut. Artinya, munculnya makna kontekstual bisa disebabkan oleh situasi, tempat, waktu, dan lingkungan. Misalnya, penggunaan makna kontekstual adalah terdapat pada kalimat berikut.

  1. Roda ban mobil balap GT car merk michelin itu sangat bagus untuk kondisi trek basah
  2. Perputaran roda kehidupan memang bisa terjadi kadang dibawah kadang diatas

Perbedaan penggunaan konsteks pada kalimat satu dan dua berbeda walaupun memilki kata yang sama, kalimat pertama yang dimaksud ban disitu ban karet alat transportasi sebenarnya, kalimat kedua ban yang dimaksud perputaran kehidupan bagai ban yang terus berputar.

 

Konseptual

Pengertian

            Definisi istilah memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah yang diguna-kan agar terdapat kesamaan penafsiran dan terhindar dari kekaburan. Istilah-istilah yang didefiniskan adalah istilah yang berkaitan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat pada variabel penelitian. Definisi istilah idsampaikan secara langsung (bu-kan kutipan, tidak perlu diuraikan asal usulnya) dan lebih dititikberatkan pada pe-ngertian yang diberikan oleh peneliti sendiri. Kutipan-kutipan masuk pada bagian ka-jian teori.

Contoh

1. Pengertian/konsep tentang “belajar”
Belajar adalah suatu aktifitas yang dilakukan seseorang untuk me-ningkatkan kemampuannya agar tercapai tujuan yang diinginkan. Aktifi-tas belajar meliputi: membaca, menulis, memperhatikan, mendengarkan, dsb. Kemampuan meliputi: pengetahuan, keterampilan dan sikap.

2. Konsep tentang “semangat kerja”
Semangat kerja yaitu kejiawaan dan perasaan dari individu maupun kelompok terhadap lingkungan kerjanya yang tercermin adanya minat, gai-rah, dorongan, hubungan kerja yang kompak dan harmonis.

3. Konsep tentang “motivasi”
Semangat kerja yaitu keseluruhan pemberian penggerak bekerja dari atasan kepada bawahan sedemikian rupa sehingga mereka maup bekerja dengan penuh kesadaran, memberikan yang terbaik baik dari segi waktu maupun keahliannya demi tercapainya tujuan.

4. Konsep tentang “kepemimpinan”
Kepemimpinan yaitu kemampuan pemimpin dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya sedemikian rupa sehingga bawahannya bergairah bekerja, bersedia kerjasama, berdisiplin tinggi demi tercapai-nya tujuan yang diinginkan bersama.

5. Konsep tentang “kondisi fisik tempat kerja”
Kondisi fisik tempat kerja yaitu suasana lingkungan fisik tempat ker-ja tempat para pegawai melaksanakan pekerjaan sehari-hari seperti kea-daan penerangan/cahaya, keadaan udara, keadaan suara, dan keadaan perlengkapan kerja.

 

  • Lorenatazo.blospot.com
  • Colinawati.blog.uns.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: