kepailitan

KEPAILITAN

 

          Pailit berasal dari bahasa Prancis yang berarti kemacetan pembayaran keuangan. Dimana debitur Bankrupt dengan Pailit adalah dua hal yang berbeda. Dimana Bankrupt itu adalah suatu perusahaan yang sedang berada dalam keadaan keuangannya dalam keadaan tidak sehat karena kekurangan dana investasi atau banyak yang melakukan pencabutam saham dari perusahaan itu, sedangkan pailit perusahaan yang dalam keuangan sehat akan tetapi jika hutangnya tidak di bayar pada jatuh tempo yang di tentukan bisa di nyatakan pailit.memiliki kesulitan untuk membayar hutangnya dan dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga.

 

                Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit, yaitu orang yang mempunyai utang karena perjanjian dan sudah dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan. Berikut adalah penjelasan tentang kapan seorang debitor dinyatakan pailit. Sebelum membahas mengenai persyaratan kepailitan, berikut sedikit penjelasan mengenai apa itu pailit dan pihak-pihak yang dipailitkan berdasakan Pasal 1 butir (1). (2), (3), dan (4) Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004:

  1. Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
  2. Kreditor adalah orang yang mempunyai piutang karena perjanjian atau Undang-Undang yang dapat ditagih di muka pengadilan.
  3. Debitor adalah orang yang mempunyai utang karena perjanjian atau undang-undang yang pelunasannya dapat ditagih di muka pengadilan.
  4. Debitor pailit adalah debitor yang sudah dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan

Jika seseorang mempunyai berbagai hutang, sedangkan kekayaannya sudah tidak mencukupi untuk melunasi hutang-hutang nya itu, maka untunglah si berpiutang yang dapat menagih piutang nya paling dahulu, karena ia mendapat pemabyaran penuh, sedangkan orang-orang lain yang dating kemudian terpaksa di suruh pulang dengan tangan hampa. Untuk menjamin keadilan dan ketertiban, supaya semua orang berpiutang mendapat pembayaran menurut imbangan besar kecilnya piutang masing-masing, dengan tidak berebut-rebutan, maka diadakan peraturan pailisemen. Dengan kata lain pailisimen itu adalah suatu usaha bersama untuk mendapatkan pembayaran bagi semua orang berpiutang secara adil.

Dalam KUHP, debitor dikatakan pailit apabila 3 syarat berikut terpenuhi:

  1. Debitor mempunyai dua atau lebih kreditor
  2. Tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih
  3. Atas permohonannya sendiri maupun atas permintaan seorang atau lebih kreditornya
  • Putusan pernyataan pailit harus segera di umumkan dalam surat-surat kabar.

Sebab-sebab Organisasi yang mengalami kepailitan :

  • Berhentinya debitor yang membayarkan hutang pada kreditor
  • Kurang baik/tepatnya struktur dari Organiasi
  • Jaringan Organisasi sempit dan tidak ada yang mengetahui
  • Tidak memiliki hubungan bisnis yang menguntungkan
  • Kurangnya kerjasama antar Organisasi
  • Kurang memadainya sistem permodalan dan dokumentasi Organisasi

Orang-orang berpiutang dapat dibagi dalam beberapa golongan:

Pertama, mereka yang piutangnya ditanggung dengan panda atau hypotheek.

Kedua, terdiri dari orang-orang yang mempunyai tagihan yang diberikan kedudukan istimewa (privilege), missal si penjual yang belum menerima pembayaran.

Seketika  setelah dijatuhkan putusan pernyataan pailit, weeskamer akan mengirimkan wakilnya ke rumah atau kantor si pailit untuk mencatat harta benda si pailit dan untuk mengambil barang-barng berharga, misalnya uang tunai, perhiasan dan sebagainya untuk disimpan. Jika dianggap perlu barang-barang itu akan disegel, yaitu dalam hal ada kekhawatiran bahwa barang-barang itu akan digelapkan oleh si pailit. Weeskamer akan membuat sebuah daftar semua hutang dan piutang, serta memuat alamat orang-orang berpiutang. Jika si pailit mempunyai took, maka perusahaan ini dapat diteruskan oleh weeskamer.

Contoh perusahaan yang pailit :

TEMPO.CO, Memphis – Maskapai penerbangan perintis Amerika Serikat, Pinnacle Airlines Corp, mengajukan perlindungan kebangkrutan di pengadilan niaga setelah kinerja keuangannya anjlok beberapa tahun terakhir. Ketatnya persaingan bisnis dan tingginya harga bahan bakar membuat pendapatan mereka terpangkas.

Dalam berkas pengajuan kepailitannya, manajemen Pinnacle mengatakan mereka telah berupaya mengatasi masalahnya melalui pemotongan biaya, pengurangan tenaga kerja, restrukturisasi trayek, serta memperbarui perjanjian utang-piutang. Hal yang sama, menurut mereka, dilakukan maskapai penerbangan yang lebih besar sehingga skala bisnis yang dilakukan maskapai kecil tidak kompetitif.

“Maskapai kecil akhirnya dipaksa menerima konsekuensi penetapan harga tiket yang terlalu rendah sehingga pendapatannya berkurang,” demikian pernyataan Pinnacle seperti dikutip Reuters, Senin, 2 April 2012.

Di Pengadilan Kepailitan New York, Pinnacle mencatatkan aset dan estimasi utang senilai US$ 1 miliar. Mereka juga menerima komitmen pinjaman US$ 74.3 juta dari Delta Air Lines.

Pinnacle merupakan maskapai yang biasa melayani rute-rute perintis serta mengoperasikan jalur sekunder yang dilayani maskapai besar. Salah satu maskapai besar yang menggunakan jasa Pinnacle sebagai penghubung ialah Delta Airlines dan United Airlines.  

Bangkrutnya Pinnacle menambah panjang daftar kematian maskapai penerbangan Amerika Serikat dua tahun terakhir. Pada 2011, Amerika Continental Holdings Inc, United Airlines serta Delta Air Lines Inc mengajukan perlindungan kepailitan Chapter 11 di beberapa pengadilan niaga. Bahkan AMR Corp, induk usaha American Airlines, telah resmi pailit akhir tahun lalu.

Catatan singkat: Pernyataan pailit pada hakekatnya bertujuan untuk mendapatkan suatu penyitaan umum atas  kekayaan si berhutang, yaitu segala harta benda si berhutang disita atau dibekukan untuk kepentingan semua orang yang berhutang.

Jadi modal, harta(asset)yang cukup management yang baik pembayaran yang lancar dalam membayar kewajiban kepada kreditor  mendukung  supaya perusahaan atau usaha anda terhindar dari kepailitan.  Sebagian tulisan dari sumber: (deviyuliaekaputri.blogspot.com, tempo,co.,buku pokok-pokok hukum perdata penerbit PT.intermasa).

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: