KAITAN KEBIJAKAN PEMBAGUNAN NASIONAL SERTA DAERAH DENGAN UTANG LUAR NEGERI INDONESIA

ANALISIS KAITAN KEBIJAKAN PEMBAGUNAN NASIONAL MAUPUN DAERAH DENGAN UTANG LUAR NEGERI INDONESIA

Nama:prastian bayang januar

Npm:25210371

Kelas:1eb15

 

PENGERTIAN PEMBANGUNAN NASIONAL:

Pembangunan merupakan usaha terencana dan terarah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang menuntut adanya perubahan social budaya sebagai pendukung keberhasilannya dan menghasilkan perubahan social budaya. Pembangunan nasional Indonesia bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur, material, dan spiritual berdasarkan Pancasila, di dalam wadah negara kesatuan republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan bersatu, dalam suasana perikehidupan bangsa yang damai, tentram, tertib, dan dinamis, serta dalam lingkungan pergaulan hidup dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai.
Sementara, yang menjadi hakikat pembangunan nasional Indonesia ialah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia.

SALAH SATU TUJUAN PEMBANGUNAN NASIONAL: yang tercantum dalam UUD 45 adalah memajukan kesejahteraan umum

PENGERTIAN UTANG LUAR NEGERI:

Utang luar negeri atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
KAITAN PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN UTANG LN:

Saat ini sedang hangat-hangatnya diberitakan tentang pembangunan gedung baru para wakil rakyat kita. Tapi saya tidak akan membahas tentang pantaskah wakil rakyat diberikan fasilitas super mewah sedangkan kelakuannya masih dianggap kurang layak mewakili hati nurani dan aspirasi rakyat Indonesia. Pembangunan nasional maupun sektotal di Negara-negara berkembang seperti Indonesia merupakan hal yang tidak mudah. Perlu dipikirkan matang-matang apakah pembangunan itu layak dijalankan atau tidak. Tapi satu hal yang pasti pembangunan menunjukkan adanya perubahan. Lihat saja perubahan Indonesia saat zaman sebelum ’45 sampai sekarang . Perkembangannya sangat signifikan bukan? . Tapi dana yang dipakai untuk membiayai pembangunan hingga selesai , apakah seluruhnya dari kantong dalam negeri???(saya tidak perlu menjawabnya pasti anda sudah tahu).

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, sampai akhir Januari 2010, utang luar negeri mencapai 174,041 miliar dollar AS. Bila dikonversi ke dalam mata uang Rupiah dengan kurs Rp 10.000 per dollar AS nominal utang itu hampir mencapai Rp 2.000 triliun.
Nilai utang ini naik 17,55 persen dari periode yang sama tahun lalu. Akhir Januari 2009, nilai utang luar negeri Indonesia baru sebesar 151,457 miliar dollar AS.

Nilai utang tersebut terdiri atas utang pemerintah sebesar 93,859 miliar dollar AS, lalu utang bank sebesar 8,984 miliar dollar AS. Lalu, utang swasta alias korporasi non-bank sebesar 75,199 miliar dollar AS.
Sebagian besar utang tersebut bertenor di atas satu tahun. Nilai utang yang tenornya di bawah satu tahun hanya sebesar 25,589 miliar dollar AS.

Pembangunan ekonomi merupakan prasyarat mutlak bagi negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia, untuk memperkecil jarak ketertinggalannya di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dari
negara-negara industri maju. Upaya pembangunan ekonomi di negara-negara tersebut, yang umumnya diprakarsai pemerintah, agak terkendala akibat kurang tersedianya sumber-sumber daya ekonomi yang produktif, terutama sumberdaya modal yang seringkali berperan sebagai katalisator pembangunan. Untuk mencukupi kekurangan sumberdaya modal ini, maka pemerintah negara yang bersangkutan berusaha untuk mendatangkan sumberdaya modal dari luar negeri melalui berbagai jenis pinjaman. Dalam jangka pendek, utang luar negeri sangat membantu pemerintah Indonesia dalam upaya menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja negara, akibat pembiayaan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan yang cukup besar. Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi dapat dipacu sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Tetapi dalam jangka panjang, ternyata utang luar negeri pemerintah tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan ekonomi di Indonesia. Pada masa krisis ekonomi, utang luar negeri Indonesia, termasuk utang luar negeri pemerintah, telah meningkat drastis dalam hitungan rupiah. Sehingga, menyebabkan pemerintah Indonesia harus menambah utang luar negeri yang baru untuk membayar utang luar negeri yang
lama yang telah jatuh tempo. Akumulasi utang luar negeri dan bunganya tersebut akan dibayar melalui APBN RI dengan cara mencicilnya pada tiap tahun anggaran. Hal ini menyebabkan berkurangnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat pada masa mendatang, sehingga jelas akan membebani masyarakat, khususnya para wajib pajak di Indonesia.

§ Negara melakukan utang karena untuk menutupi two gaps:

1. Kurangnya tabungan dalam negeri (saving-investment gap)

2. Kurangnya kemampuan menghasilkan devisa (foreign exchange gap)

Logika two gaps berawal dr konsep harold domar yg menyatakan pembangunan berdasarkan pd pembentukan modal. Model ini pd awalnya cukup ampuh diterapkan seperti di jepang melalui Marshal Plane. Sukses tsb diikuti oleh LDCS lainnya yg menghasilkan NICS (Brasil, Meksiko,Korsel). Konsep ini dikenal dng debt led growthà industri substitusi impor, intervensi negara dan terbukanya pintu thdp modal asing.

Apabila pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 7% dengan perubahan rasio kapital-output (incremental capital-output ratio, ICOR) sebesar 5, maka investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang ditargetkan adalah 35% dari PDB. Seandainya tingkat tabungan domestik hanya 20%, berarti kesenjangan yang harus ditutup dengan utang luar negeri adalah 15% dari PDB.

§ Dlm perkembangannya utang yang dipinjam LDCS telah melampaui batas sehingga kriditur tdk mau memberi. Akhirnya dipinjam dr bank komersial dng suku bunga tinggi, masa jatuh pinjaman (maturity of debt) dan tenggang waktu (grace period) lebih pendek.

§ Kondisi tersebut akhirnya menggeser debt led growth menjadi growth led debt sehingga berdampak pada krisis utang ln.

§ Penyebab krisis utang dpt dilihat dari aspek :

§ Sistim moneter internsional

§ Sistim perbankan swasta internasional

§ Negara peminjam

§ Hubungan antara pinjaman dan investasi

§ Adanya aliran dana ke LN (capital flight)dikarenakan suku bunga tdk realistis dan kurs tukar tdk stabil serta daya tarik investasi di negara maju.

Pembangunan ekonomi tanpa utang adalah pembangunan yang berprinsip kemandirian nasional, tidak harus diartikan secara harfiah utang yang samasekali nol. Pembangunan tanpa utang lebih merupakan proses perubahan substansial untuk melepaskan keterjebakan utang, dari dependensi menuju self-sufficiency dan independensi. Tidak ada utang luar negeri yang bebas ikatan dan kepentingan, sehingga utang luar negeri pada dasarnya dapat diibaratkan sebagai ”madu beracun”.

Implikasi tekad kemandirian ini dari segi pembiayaan pembangunan mengundang enam tantangan:

1. Utang luar negeri harus secepatnya diposisikan kembali hanya sebagai pelengkap dan bersifat sementara seperti dulu ditetapkan waktu menyusun Repelita I dan Repelita II.
2. Hutang luar negeri harus segera dijadwal ulang dengan keinginan bunga dan pokok melalui global diplomacy and cooperation.
3. Utang luar negeri harus dikaitkan secara langsung dengan semangat self-help dan self-reliance dengan bunga rendah, menghindari sindroma ”madu beracun” (Fisher Paradox).
4. Pembiayaan pembangunan dari sumber-sumber di dalam negeri berupa deficit financing plus obligasi negara yang dijual kepada rakyat. Deficit financing dengan mencetak uang tidak perlu dikhawatirkan apabila diikuti secara langsung dengan kegiatan-kegiatan produktif di sektor riil sehingga inflasi yang tidak terkontrol dapat dicegah terutama akibat pengaruh uang yang beredar.
5. Meningkatkan penerimaan dalam negeri dari sektor perpajakan. Pajak merupakan insentif produksi dan disinsentif konsumsi mewah. Basis pajak perlu diperluas dan sistem pajak ultra progresif dikenakan terhadap kekayaan/pemilikan barang-barang mewah.
6. Merestruktur pola industri nasional ke arah resource-based industry dengan ketergantungan minimal dari komponen luar negeri dan meningkatkan secara maksimal penggunaan komponen dalam negeri menuju self-reliance. Dengan sekaligus melaksanakan restrukturisasi industri nasional secara mapan (baik meliputi restrukturisasi ekonomis, institusi maupun managemen), maka perekonomian nasional akan berakar di dalam negeri dan sekaligus pula akan dapat memperkukuh fundamental ekonomi nasional.
7. Investasi luar negeri harus diterima secara lebih selektif, on our own terms, sehingga rakyat dapat ikut berpartisipasi secara emansipatif dalam pembangunan dan menerima nilai-tambah ekonomi secara optimal.
8. Pengawasan efektif lalu lintas devisa untuk menghindarkan capital flight secara spekulatif.
9. Pemberantasan KKN untuk menyumbat kebocoran-kebocoran dana dan menghindari high-cost economy.

DAMPAK POSITIFNYA: percepatan pembangunan nasional dan daerah akan cepat tercapai dikarenakan

Dana atau pembiayaannya sudah terjamin yang berasal dari luar negeri, karena APBN kurang mencukupi untuk tercapainya pembagunan nasional yang ditargetkan serta kemakmuran masyarakat segera terwujud.

DAMPAK NEGATIFNYA: membebankan anggaran Negara karena harus mencicil utang yang dipinjam,apalagi jika hutang tersebut jatuh tempo. Serta membuat eksisnya Negara yang memberi pinjaman di Negara yang meminjam.

+Semoga dana yang dipinjam dari luar negeri benar-benar untuk pembangunan nasional agar cita-cita Negara untuk mampu bersaing dengan Negara lain, serta yang utama memakmuran dan mensejahterakan masyarakat cepat terwujud, sesuai amanat UUD 45 dan impian awal pembentukan Negara Indonesia.

Sumber:

  • shvoong.com,
  • matakuliahekonomi.wordpress.com,
  • dhewisyu.blogspot.com
  • docstoc.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: